Home » Lain-Lain » Anak-anak Ini Mewawancarai Ketua DPD PKS

Anak-anak Ini Mewawancarai Ketua DPD PKS

wawancara ketua PKSJakarta – Rabu sore (11/5), enam murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mendadak datang ke kantor DPD PKS Jakarta Selatan di bilangan Warung Buncit. 

Rabu sore (11/5), enam murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mendadak datang ke kantor DPD PKS Jakarta Selatan di bilangan Warung Buncit. Kedatangan murid SMK tersebut, untuk mewawancarai Ketua DPD PKS Jaksel, Ustadz Al Mansur Hidyatullah.

Mereka datang dalam rangka menyelesaikan Tugas Sekolah PPKN,  tentang Lembaga, Partai, dan LSM. Enam orang murid tersebut terdiri dari lima siswi dan satu orang siswa, mereka adalah murid kelas sepuluh dari SMK Purnama 2 KKO Cilandak.

Sebelum memberondong Ketua DPD PKS Jaksel dengan berbagai pertanyaan, mereka duduk berbaris sambil menyiapkan segala perangkat dan materi yang akan disampaikan kepada Ustadz Al Mansur. Beberapa di antara mereka ada yang sempat membuka dialog dengan menyampaikan salam kepada Ketua DPD PKS Jaksel.

“Latihan dulu biar tidak grogi. Karena saya baru kali ini bertemu dengan Ketua PKS Jaksel,” ucap salah seorang diantara mereka.

Mereka duduk rapi di kursi tamu, sementara ketua DPD PKS Jaksel duduk di kursi yang ujung. Percakapan pun dimulai dengan sesi perkenalan para murid tersebut. “Perkenalkan Pak, kami dari SMK Purnama ingin mewawancarai bapak untuk tugas. Apakah bapak berkenan?” tanya seorang murid.

“Ya InsyaAllah,” ucap Ustadz Al Mansur sambil tersenyum. Ia kemudian mempersilakan beberapa murid untuk mengajukan pertanyaan.  Mereka mengajukan beberapa pertanyaan tentang sejarah PKS, visi misi PKS, serta kinerja anggota PKS di masyarakat.

Ustadz Al Mansur pun kemudian langsung menjawabnya. “Sejarah PKS berawal dari para aktivis – aktivis kampus yang kemudian mendirikan partai bernama Partai Keadilan (PK) dan kemudian karena tidak lolos parlementary threshold berubah lagi menjadi PKS.”

Penasaran, murid yang lain pun menambahkan pertanyaan kepada Ketua DPD PKS Jaksel, masih terkait sejarah PKS tersebut. “Jadi saat itu musyawarahnya untuk menentukan mau jadi partai atau tidak itu alot ya pak diskusinya saat itu?” tanya mereka.

“Oh iya, tetapi ketika sudah disepakati hasil musyawarahnya, maka sudah tidak ada lagi kubu – kubuan yang menolak atau menerima, semuanya menerima. Bahkan yang awalnya menolak, malahan diberi amanah untuk memimpin partai dan berhasil,” jawab Ustadz Al Mansur.

Seorang siswa lain kemudian melanjutkan bertanya tentang visi misi PKS.

Sedikit bergeser dari tempat duduknya, Ketua DPD PKS Jaksel kemudian menjelaskan, “Visi PKS 2015-2020 adalah menjadi partai dakwah yang kokoh dalam berkhidmat untuk umat, bangsa dan negara. Untuk operasionalnya,  visi ini diperjelas dalam empat Misi Partai. Keempat misi PKS itu adalah: pertama, memperkokoh jati diri partai kader yang berkarakter bersih, peduli dan profesional. Kedua, yaitu memperkokoh Good Party Governance melalui Sistem Manajemen Partai Dakwah (SMPD). Ketiga adalah menjadikan PKS sebagai pelopor dalam pelayanan, pemberdayaan dan pembelaan rakyat. Misi terakhir, PKS menjadi kontributor peradaban.”

Kemudian Ustadz Al Mansur juga menambahkan “PKS sebagai Partai Dakwah yang memiliki visi peradaban harus mempersiapkan diri sebagai Game Changer dalam percaturan politik di regional dan global. Dengan begitu, kita bisa berbuat lebih banyak untuk mewujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin, yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian, keadilan dan kesetaraan antar bangsa.”

Terakhir, seorang siswi bertanya, “Kiprah apa saja yang telah dilakukan PKS Jaksel kepada masyarakat?”

Alumni Al Azhar ini pun kemudian menjawab, “PKS telah menyatakan akan berkhidmat untuk rakyat. PKS ingin menjadi pelopor dalam berkhidmat pada masyarakat. Dalam khidmat untuk rakyat ini, PKS akan melakukan 3 hal, yaitu, pelayanan, pemberdayaan dan pembelaan melalui advokasi. Hal itu akan direalisasikan PKS dengan membentuk pusat khitmat.”

Seorang siswa kembali bertanya, “Program – program apa saja yang telah, sedang dan akan berjalan di PKS Jaksel dalam rangka berkhidmat itu?”

Ustadz yang asli turunan Betawi ini pun kemudian menjawab, “PKS Jaksel mempunyai beberapa program unggulan, seperti pembentukan komunitas atau community development, peberdayaan petani kota dengan program hidroponik,  ada pos ekonomi keluarga, ada aktivitas penanggulanangan bencana, ada program taman baca, posyandu lansia, ada senam sehat serta ada juga advokasi untuk masyarakat.”

Setelah wawancara selesai, kemudian Ustadz Al Mansur dan para siswa melanjutkan dengan obrolan tema lain yang lebih ringan. Sampai saking antusias dan menariknya, tak terasa waktu sudah menunjukan pukul delapan malam. Akhirnya para siswa tersebut pun pamit pulang, dan ketua DPD PKS Jaksel pun melanjutkan ke agenda rapat rutin pengurus di tempat yang sama.

sumber: pks-jakarta.or.id

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Lomba Baca Kitab Kuning, Hilman Harapan Dua

Jakarta, 10 Oktober 2018 – Lomba Baca Kitab Kuning tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Fraksi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.