Home » Kolom » Tata Cara Berkurban Ala Rasulullah

Tata Cara Berkurban Ala Rasulullah

berkurbanSebentar lagi Idul Qurban akan menghampiri kita. Hampir semua muslim bersukacita menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha ini. Namun tahukah Bapak/Ibu bagaimana tata cara berkurban yang dilakukan Rasulullah mulia? Beginilah cara yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, junjungan kita semua, Nabi Muhammad SAW:
1. Rasululah SAW berkurban dengan 2 ekor domba jantan yang beliau sembelih sendiri setelah shalat Idul Adha.

2. RasulullahSAW memerintahkan kepada para sahabatnya agar mereka meyembelih jadza’ dari domba dan tsaniy dari yang selain domba.

Jadza’ ini merupakan gambaran untuk usia tertentu dari ternak. Sedangkan dari domba, yang sempurna adalah berusia setahun, ini menurut pendapat mayoritas ulama.
Tsaniy kalau dari unta adalah yang telah berumur 5 tahun dan sapi berusia 3 tahun yang sempurna.

3. Boleh mengakhirkan penyembelihan pada hari kedua dan ketiga setelah Idul Adha karena Rasulullah SAW pernah bersabda,
“Setiap hari Tasyriq (tanggal 11, 12, 13 Zulhijjah) ada sembelihan.”
(HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Ibnu Hibban, Ibnu Adiy).

4. Rasululah SAW memilih hewan kurban yang sehat dan tidak cacat.
Beliau melarang untuk berkurban dengan hewan yang terpotong telinganya atau patah tanduknya.

5. Rasulullah SAW menyembelih hewan kurban di tanah lapang tempat melaksanakan shalat Idul Adha.
(HR. Bukhari dari Ibnu Umar).

6. Rasulullah SAW berkurban satu kambing mencukupi sebagai kurban dari seorang laki-lakidan seluruh keluarganya walaupun jumlah mereka banyak.

7. Disunnahkan bertakbir dan mengucapkan Basmalah ketika menyembelih hewan kurban.

8. Hewan kurban yang lebih utama adalah berupa domba jantan yang gemuk, bertanduk yang berwarna putih campur hitam di sekitar kedua matanya dan kaki-kakinya karena demikian sifat hewan yang disukai oelh Rasulullah SAW.

9. Disunnahkan seorang muslim bersentuhan langsung dengan hewan kurbannya(menyembelih sendiri) dan dibolehkan serta tidak ada dosa baginya untuk mewakilkan pada orang lain dalam menyembelih hewan kurbannya.

10. Upah bagi tukang sembelih kurban atas pekerjaannya tidak diberikan dari hewan tersebut, akan tetapi diberikan oleh orang yang memberikan pekerjaan.

Itulah cara berkurban yang dianjurkan oelh Rasulullah SAW.
Dengan berkurban, akan tercipta kerukunan dan saling membantu satu sama lain.

Ini sangat penting,khususnya bagi orang-orang muslim. Di samping itu penyembelihan hewan kurban itu pada hakekatnya adalah simbol untuk menyadarkan manusia supaya membuang sifat-sifat hewani seperti rakus dan tamak.

dikutip dari uswahislam

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Antagonis di Ujian Sekolah

Oleh: Muhamamad Chaerul Kamilin Ada susasana berbeda di sekolah pagi ini. Ketika memasuki gerbang sekolah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.