Home » Kolom » Manusia Pembelajar (Sebuah Pendahuluan)

Manusia Pembelajar (Sebuah Pendahuluan)

Periode masa keemasan peradaban Islam sungguh gilang gemilang. Kejayaanya tiada banding mengundang decak kagum siapapun yang mempelajarinya. Dibandingkan dengan perababan lain saat itu semisal peradaban barat atau Eropa, sungguh sangat jauh perbedaannya..ibarat baina samaa’ wa sumur bor…bagaikan langit dan sumur bor…sangat jauh…jauh sekali.

Coba kita lihat sedikit mencomot beberapa contoh sederhana ini…

Kota-kota Islam pada saat itu kalau malam hari terang benderang sementara kota-kota barat gelap gulita.

Kota-kota Islam pada masa itu penuh dengan orang-orang terpelajar sementara penduduk di kota-kota barat sebagian besarnya buta huruf.

Kota-kota Islam pada masa itu sudah mempunyai sistem  tata kota yang sangat baik, rumah-rumah tertata dengan baik lengkap dengan segala sarana dan prasarana. Kebersihan sangat diperhatikan juga termasuk estitika kota. Sedang kota-kota di negara-negara barat penataannya tidak karuan, sanitasi buruk dan jorok. Bahkan tidak heran banyak dijumpai di negara barat saat itu manusia tidur bersebelahan dengan hewan ternaknya dalam satu ruangan.

Kota-kota di negara Islam saat itu sungguh metropolis…sangat besar. Penduduknya ratusan ribu bahkan sampai jutaan. Baghdad saja pada saat itu berpenduduk dua juta jiwa. Padahal kota terbesar di Eropa pada saat itu hanya berpenduduk tak lebih dari 25 ribu orang. Bayangkan dua juta jiwa berbanding dengan 25ribu jiwa ….ibaratnya sebuah kota besar dengan segala hiruk pikuknya berbanding dengan sebuah desa saja lengkap dengan jangkrik dan kodoknya…

Oke tulisan ini tidak sedang membahas tentang peradaban Islam ini hanya contoh kecil saja…terkait dengan keagungan peradaban Islam akan kita bahas di tulisan berikutnya…

Tulisan ini akan membahas tentang manusia pembelajar…lha apa hubungannya dengan penjelasan diatas? Mungkin itu pertanyaan pembaca…hubungannya sangat erat…karena  manusia pembelajar ternyata sangat substansial dalam peradaban.

Lets go…

Sesungguhnya kejayaan Islam dan peradaban islam tidak terbentuk dalam waktu satu malam. Sesungguhnya peradaban Islam terbentuk setahap demi setahap. Yang suka membaca kisah seribu satu malam jangan pernah membayangkan bahwa perdaban Islam  dibangun oleh Aladin dengan lampu ajaibnya. Meski dikumpulkan seribu lampupun tidak bisa mengubah peradaban Islam dalam sekejap.

Sebagaimana teorinya Ibnu khaldun dalam menjelaskan tentang sebuah peradaban yaitu masa kelahiran, masa remaja, masa dewasa dan masa tua kemudian mati. Peradaban Islam juga menempuh siklus seperti itu…lahir, remaja, dewasa, tua dan kemudian mati.

Namun untuk sebuah ukuran peradaban…siklus peradaban yaitu masa kemunculan, remaja dan menjadi dewasa tidak memerlukan waktu yang lama. Bayangkan …hanya dalam waktu 23 tahun sebuah peradaban yang baru lahir kemudian bisa mengalahkan peradaban super power saat itu…Persia dan Romawi. Kemunculannnya mengejutkan semua orang. Kemudian tidak lebih dari satu abad setelah itu mereka telah menjadi superpower diseantero jagad dalam semua bidang dalam arti seluas-luasnya. Pertanyaan besarnya ..mengapa mereka bisa sedemikian itu? Mengapa mereka bisa digdaya dalam waktu yang relative singkat? Ternyata Kata kuncinya satu…mereka sukses menjadi…MANUSIA PEMBELAJAR…lalu…Bagaimana dengan kita?

Oleh : Choirul Amri, SE*

*Mantan Ketua DPD PKS Malang periode 2006-2009

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Kami Nasrani, Boleh Kami Minta Bantuan Disini?

Palu, 9 Oktober 2018 – Dua orang perempuan separuh baya mendatangi Posko Bantuan PKS yang ...