Home » Kolom » Kelas Menengah dan Investasi Indonesia

Kelas Menengah dan Investasi Indonesia

Ahli pemasaran dunia, Philip Kotler menilai Indonesia sudah layak menjadi negara kekuatan ekonomi baru sejajar dengan negara Brazil, Rusia, India, dan China yang tergabung dalam kelompok BRIC.

Berbagai keberhasilan Indonesia dicapai dalam melaksanakan reformasi politik dan mengatasi krisis keuangan pada 1998, ketahanan Indonesia dalam menghadapi krisis global 2008, serta kinerja dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat.

Besarnya peluang investasi di Indonesia, baik dalam skala besar maupun kecil, hal ini terkait dengan kebutuhan infrastruktur, energi, pertanian dan komunikasi yang diperlukan Indonesia.

Pasar Indonesia yang besar dan kondisi yang semakin kondusif, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat merupakan daya tarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Apalagi Indonesia merupakan salah satu negara anggota ASEAN sehingga para investor dapat pula menjual produknya ke negara-negara ASEAN lainnya, terutama setelah terbentuknya ASEAN Economic Community pada 2015.

Kondisi Indonesia saat ini tengah menunjukkan perubahan ke arah yang lebih positif. Sebagai contoh tingkat korupsi di Indonesia saat ini semakin menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Demikian pula dengan keamanan dan penegakan hukum yang telah banyak mengalami kemajuan sehingga para investor Asing tidak perlu takut apabila ingin berinvestasi di Indonesia. Ini membuktikan pertumbuhan kelas menengah di Indonesia tidak hanya memikat pengusaha lokal, tapi juga memikat para investor asing.

Hal ini lantaran kelas menengah memiliki daya beli yang baik. Kelas menengah Indonesia, yang belakangan ini berlipat kali jumlahnya, lantaran punya daya beli. Masyarakat dari kalangan ini tidak hanya memikat pengusaha lokal, tapi juga memikat para investor asing.

Kekuatan kelas menengah Indonesia juga mampu mendorong laju ekonomi nasional. Tren pertumbuhan itu sungguh memberi harapan, terutama bagi produsen barang-barang konsumsi yang mengharapkan keuntungan berlipat dari kelompok masyarakat seperti ini. Kelompok ini kian memikat, sebab pertumbuhan ekonomi Indonesia juga terus membaik.

Kelas menengah yang melaju cepat dan ekonomi yang terus bertumbuh terus mendorong sejumlah investor asing membangun basis produksi mereka di Indonesia. Kita bisa lihat L’Oreal dan Honda yang sudah membangun basis produksi mereka di Indonesia.

Dalam laporanya Bank Dunia mengutip data Bank Indonesia yang menyebutkan bahwa aliran masuk dana asing ke Indonesia belakangan ini didorong oleh aliran portofolio dan Penanaman Modal Asing (PMA). Aliran PMA bersih ke Indonesia mencapai US$4,5 miliar selama triwulan pertama tahun 2011.

Pencapaian triwulan pertama ini terhitung tertinggi semenjak 2004. Sepanjang tahun 2010, jumlah aliran modal masuk sebesar US$13,3 miliar. Jumlah itu tercatat paling tertinggi selama ini. Jika perolehan US$4,5 miliar itu konsisten pada tiga triwulan berikutnya pada tahun 2011 ini, maka secara keseluruhan jumlahnya jauh melampaui tahun 2010. Pada umumnya para investor datang ke Indonesia menanam uang di sektor manufaktur.

Dari data Bank Indonesia diketahui bahwa sepanjang tahun 2010, para investor kebanyakan masuk sektor manufaktur sejumlah 36,2 persen. Selama tujuh tahun terakhir, sektor ini memang paling banyak menyerap investasi dari negara-negara asing. Jika sebelumnya yang investasi di sektor ini didominasi pengusaha asal Eropa, belakangan didominasi invetor Jepang dan sejumlah negara lain di kawasan Asia.

Sektor yang lain yang volume perdagangannya melonjak bersamaan dengan melejitnya jumlah kelas menengah adalah perdagangan kulakan, eceran serta sektor jasa lain, seperti transportasi dan telekomunikasi. Pertumbuhan yang paling terasa terjadi pada sektor perdagangan kulakan dan eceran.

Dua sektor itu menikmati investasi asing sebesar 19,4 persen pada tahun 2010. Padahal setahun sebelumnya, porsi masuknya investasi asing pada sektor ini hanya sebesar 1,5 persen dari total investasi yang masuk. Besarnya minat investor masuk ke sektor perdagangan eceran dan kulakan tidak terlepas dengan semakin membaiknya tingkat ekonomi masyarakat kelas menengah.

Dengan pendapatan yang lebih besar, kini masyarakat kelas menengah bisa mengalokasikan anggaran belanja yang lebih besar. Kaum kelas menengah kini lebih banyak membelanjakan uangnya untuk makanan dan perawatan tubuh. Tren belanja untuk produk konsumsi cepat habis atau fast moving consumers goods.

Seksinya Kelas Menengah Indonesia

Bank Pembangunan Asia (ADB) mengungkapkan fakta bahwa kelas menengah di Indonesia, banyak berasal dari industri pelayanan jasa untuk seluruh kategori masyarakat kelas menengah. Sektor industri lain yang banyak menghasilkan kelas menengah adalah pertanian, perdagangan, manufaktur, dan konstruksi.

Tak hanya bagi investor asing, keberadaan kelas menengah juga memberikan keuntungan yang sangat besar bagi pemerintah Indonesia. Pemerintah dapat mengambil keuntungan dari fenomena pertambahan masyarakat kelas menengah ini. Salah satu keuntungan yang dapat diterima Pemerintah ialah berkurangnya anggaran untuk subsidi rakyat.

Sebab, idealnya kelas menengah tidak memerlukan subsidi. Apalagi diperkirakan di Indonesia, masyarakat kelas menengah jumlahnya sampai 50 juta orang. Disamping berkurangnya beban negara karena anggaran subsidi yang mengecil, pemerintah akan sangat diuntungkan dengan semakin besarnya pendapatan negara yang berasal dari penerimaan di sektor pajak, sebab wajib pajak akan bertambah.

Penerimaan dari sektor pajak ini, dapat digunakan untuk memperbaiki fasilitas, infrastruktur, dan akses kepada pendidikan dan kesehatan yang berkualitas. Setelah pajak ditingkatkan, dapat juga sektor usaha dikembangkan, sehingga kelas bawah dapat diangkat ke kelas menengah.

Pertumbuhan kelas menengah secara empiris telah terbukti mampu meningkatkan tingkat keterbukaan menjadi lebih baik, reformasi yang berpihak pada pembangunan, serta perbaikan sarana infrastruktur. Masyarakat yang memperoleh status kelas menengah, biasanya mulai menabung serta memperoleh pendidikan lebih baik dan mereka memilih untuk menggunakan hak politiknya untuk menekan pemerintahan agar lebih akuntabel.

Hal yang paling menarik adalah bahwa semakin banyak masyarakat yang masuk dalam kelas menengah, secara tidak langsung upaya pengurangan kemiskinan akan mudah dilakukan. Pertumbuhan ini secara ekonomi akan lebih mendorong dan mendinamissi tingkat petumbuhan Indonesia di masa yang akan datang.

Setidaknya melalui tiga cara ini pertumbuhan ekonomi akan terus terdorong. Pertama, meningkatnya akumulasi tabungan dan human capital. Kedua, peningkatan konsumsi melalui kerelaan membayar lebih untuk barang berkualitas. Ketiga, semangat kewirausahaan. Akan tetapi masih terdapat beberapa tantangan lainnya yang harus dihadapi pemerintah.

Tantangan itu yakni menambah daya kritis publik dan tuntunan terhadap pemerintah yang dinilai harus lebih efektif, bersih dan berwibawa. Disamping itu, terdapat tantangan lainnya dan agenda yang perlu cepat dilakukan untuk menjawab berbagai tantangan seiring tumbuhya kelas menengah di Indonesia.

(disadur dari detik.com: Fathur Anas Peneliti di Developing Countries Studies Center (DCSC) Indonesia)

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Kami Nasrani, Boleh Kami Minta Bantuan Disini?

Palu, 9 Oktober 2018 – Dua orang perempuan separuh baya mendatangi Posko Bantuan PKS yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.