Home » Kolom » Antagonis di Ujian Sekolah

Antagonis di Ujian Sekolah

chaerul kamilin pksOleh: Muhamamad Chaerul Kamilin

Ada susasana berbeda di sekolah pagi ini. Ketika memasuki gerbang sekolah bisa dipastikan semua membaca tulisan spanduk kalimat perintah: “HARAP TENANG, ADA UJIAN”.

Ya, hari ini semua siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) menghadapi ujian sekolah yg oleh pemerintah dijadwalkan serentak di seluruh SD di Indonesia. Lebih senyap karena selain kelas 6, semua siswa diliburkan.

Tulisan Harap Tenang yg dimaksudkan dalam spanduk bisa jadi harapan positif. Artinya persuasi dengan mengajak siswa maupun pihak sekitar lingkungan sekolah menciptakan suasana “Tenang” diharapkan tidak mengganggu siswa yg sedang menjalani ujian.

Siswa bisa mengerjakan soal tanpa gangguan suara berisik, bisa berfikir jernih, _fresh_ dan spesial karena sekolah hari ini milik mereka.

Namun ada selintas pertanyaan, tidakkah kalimat spanduk dengan font KAPITAL “HARAP TENANG” justru menciptakan suasana Antagonis? Sebut saja rasa _nervous_ (gugup), mencekam, bahkan angker menjadi bagian akibat yang tercipta dari Kalimat Persuasif “HARAP TENANG”.

Suasana Sekolah hari ini, yang semula diharapkan menjadi spesial milik kelas 6 justru menjadi tempat yang asing. Bukan sebagaimana sekolah yg mereka huni selama 6 tahun terakhir. Seperti ada sesuatu yang hilang, seakan ada keceriaan yang dibungkam halus, kenyamanan yang dilipat perlahan, kebebasan mereka berekspresi dianggap tabu. Karena hari ini ujian.

Sebagai orang tua yg tiap hari menghantar ke sekolah, amat merasakan, bagaimana penciptaan sekolah angker pagi ini.

Sejenak mari coba disimulasi, andai saja Siswa kelas 6 memasuki hari Senin-nya, hari dimana mereka akan berjibaku dengan soal-soal ujian, disambut Kalimat :

“Selamat Datang para Cendekiawan”.

“SELAMAT DATANG PARA CALON PEMIMPIN BANGSA”
KAMU PASTI BISA.

“AYO SEMANGAT…!”
“JUJUR ITU IBADAH”

“DIBALIK KESULITAN PASTI ADA KEMUDAHAN”
Dan sejenisnya, yang dengan kalimat tersebut justru akan mengagitasi siswa utk semangat, segar, sumringah, mudah dan nyaman dengan ekspresinya utk menghadapi tantangan di depan.
Coba disimulasikan.

Wallohu alam.
-Cho-
16052016.

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Kami Nasrani, Boleh Kami Minta Bantuan Disini?

Palu, 9 Oktober 2018 – Dua orang perempuan separuh baya mendatangi Posko Bantuan PKS yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.