Home » Kabar Lainnya » Legislator PKS Soroti Lambannya Recovery Lombok

Legislator PKS Soroti Lambannya Recovery Lombok

Jakarta (06/09) – Dana pemulihan pasca bencana lombok diambil dari dana APBN reguler kementrian dan lembaga. Salah satu akibatnya, pelaksanaan program recovery Lombok cenderung berjalan lambat.

Adanya kelambatan proses penanganan pasca bencana di Lombok ini disampaikan anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah usai melakukan kunjungan spesifik Komisi X DPR RI ke Lombok Senin (3/9) lalu.

“Karena dana pemulihan pasca bencana ini bukan diambil dari dana on call atau DSP PB (Dana Siap Pakai Penanggulangan Bencana), maka proses pencairan dana ini menjadi lebih lambat karena adanya persoalan teknis administratif pencairan.” katanya

Sesuai Inpres Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Percepatan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi pasca bencana gempa bumi di Lombok, NTB, anggaran yang ditetapkan untuk melalukan kegiatan pemulihan pasca bencana memang diambil dari anggaran APBN yang terkait dengan beberapa kementrian/lembaga. Tentu saja dana ini tidak sefleksibel dana siap pakai yang bisa lebih cepat dikeluarkan.

Aleg FPKS ini menguraikan, dana yang yang harus “dicomot” dari anggaran beberapa kementrian/ lembaga ini harus melewati berlapis tahapan administrasi.

“Tahapan-tahapan ini nyatanya membutuhkan waktu yang tidak sedikit mulai dari penentuan pos anggaran mana yang harus dipangkas atau ditarik, berapa besarannya sampai ketentuan pencairannya. Salah satu akibatnya hingga lewat tiga pekan pasca hantaman bencana dana ini masih belum tuntas juga urusan pencairannya.”

Ledia juga menceritakan laporan dari Bupati Lombok Timur terkait kebutuhan 1700 tenda buat sekolah darurat yang masih belum terpenuhi.

“Anggaran recovery Lombok dari Kementrian Pendidikan jumlahnya sekitar 290 Milyar tetapi belum rampung karena kendala administratif.”

Karena itu Ledia meminta kepada Pemerintah agar bisa membuat kebijakan khusus terkait pemulihan bencana Lombok ini.

“Kalau pun pemerintah memutuskan bencana Lombok bukan berstatus bencana nasional, tidak mengambil dana on call, setidaknya harus ada kebijakan khusus yang bisa membuat penyaluran bantuan dan terlaksananya program pemulihan bencana menjadi lebih efektif dan efisien. Jangan sampai upaya recovery terhambat oleh tata adminstrasi.” tegasnya.

Sumber: www.pks.id

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Kartini Jawa Timur Berkumpul di Coban Rondo

Malang- Minggu, 15 April 2018, BPKK dan Santika DPW PKS se-Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan LATANSA ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.