Home » Berita PKS Nasional » Semangat Mukernas PKS 2011 : Kebangkitan Yogyakarta Pasca Letusan Gunung Merapi

Semangat Mukernas PKS 2011 : Kebangkitan Yogyakarta Pasca Letusan Gunung Merapi

Meski Musyawarah Kerja Nasional Partai Keadilan Sejahtera (PKS) baru dibuka pada Kamis (24/2) pekan depan, namun rangkaian kegiatan sudah?? dimulai Sabtu (19/2).

Rangkaian kegiatan Mukernas ini diawali dengan acara Goes To Mall yang akan dihadiri Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring, mantan Presiden PKS di Galeria Mall.

Berbeda dengan Mukernas yang pernah digelar di Jakarta, Bali, Makassar, Mukernas PKS di Yogyakarta memberi rezeki secara merata untuk warga Yogyakarta.

Mulai dari seniman, budayawan, pengamen, penjual lesehan dan angkringan, pengamen jalanan, hingga pengusaha hotel akan menikmati Mukernas PKS,” kata Sekretaris Panitia Mukernas Zuhrif Hudaya ketika mengunjungi kantor Tempo di Jalan Kolonel Sugiyono, Kamis, (17/2).

Pemerataan ini bukan tanpa tujuan. Pasalnya, semangat yang diusung PKS dalam Mukernas kali ini adalah kebangkitan Yogyakarta pasca letusan Gunung Merapi.

Dari sisi jumlah, setidaknya 2.500 kader PKS akan tumpah ruah di Yogyakarta mulai dari menteri, gubernur (empat orang), dan bupati serta wali kota (28 orang). Zuhrif mengatakan untuk panitia saja, ada 600-an yang terlibat.

Selama delapan hari digelar, panitia menggelar wayang kulit, pementasan Emha Ainun Nadjib dengan Kyai Kanjengnya. Yang menarik, Presiden PKS Lutfhfi Hasan Ishaaq akan mengadakan pertemuan dengan para seniman pada Ahad (20/2).

Budaya memang menjadi salah satu titik sentral Mukernas kali ini. “PKS ingin memasuki nilai budaya Jawa karena mayoritas penduduk terbesar di Indonesia,” katanya.

Untuk meraih hati masyarakat Jawa, PKS yang selama ini identik dengan Arab, meleburkan diri dengan budaya Jawa. Sebagai contoh, pada pembukaan Mukernas (24/2) mendatang, para peserta akan mengenakan pakaian adat Jawa lengkap dengan blangkon, dan jarig Jawa. Adapun untuk perempuannya mengenakan pakaian kebaya yang disesuaikan.

Acara yang tak kalah menariknya, semua peserta Munas yang berjumlah 2.500 orang akan makan lesehan di sepanjang Jalan Malioboro. Sembari lesehan, mereka juga mengundang pengamen jalanan yang menemani peserta bersantap malam. “Soal apakah Malioboro ditutup, kami sedang berkoordinasi dengan UPT Malioboro,” kata Zuhrif.

Sumber : www.tempointeraktif.com

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Lomba Kitab Kuning: Menang di Jatim, Hari Ini Hilman Berlaga di Jakarta

Jakarta, 10 Oktober 2018 – Pemenang Lomba Baca Kitab Kuning se-Jawa Timur tahun 2018 yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.