Home » Berita Ngalam » Choirul Amri Sesalkan Optimalisasi Jembatan Penyeberangan

Choirul Amri Sesalkan Optimalisasi Jembatan Penyeberangan

jembatan penyeberangan malangKeberadaan jembatan penyeberangan di Kota Malang masih setengah hati. Meski sudah dibangunkan jembatan bagi pejalan kaki yang akan menyebarang jalan, masih banyak yang memilih menyeberang jalan langsung yang penuh resiko. Pasalnya, tidak ada larangan bagi pejalan kaki yang menyeberang langsung di jalan, kendati ada jembatan penyeberangan di atasnya.
Rambu-rambu yang ada pun masih memberikan kelonggaran hal itu, seperti di Jalan Merdeka Utara. Di atasnya sudah terbangun jembatan penyeberangan yang lokasinya di depan kantor pajak pratama, tapi di bawahnya di depan Sarinah ada zebra cross yang memperbolehkan pejalan kaki menyeberang jalan di zebra cross.
“Kalau memang ada jembatan penyeberangan, hematnya tidak ada zebra cross di bawahnya. Agar penyeberang jalan melalui jembatan yang sudah dibangun dan lebih aman dari resiko kecelakaan lalu lintas,” kata anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Choirul Amri kepada Malang Post, kemarin.
Karena dibawahnya masih ada rambu zebra cross, masyarakat banyak memilih untuk langsung menyeberang di jalan tanpa harus bersusah-susah naik ke atas jembatan penyeberangan dengan berbagai alasan.
Di berbagai daerah, jika ada jembatan penyeberangan di atasnya maka ada larangan menyeberang jalan langsung dibawahnya. Apalagi, keberadaan jembatan penyeberangan di bangun untuk memberikan rasa aman bagi pengguna jalan dari resiko tertabrak kendaraan yang melintas.
“Jika menggunakan jembatan penyeberangan arus lalu lintas pun tidak terganggu. Karena itu perlu ada penegakan displin juga, termasuk aturannya juga ditegakkan,” terangnya.
Kenapa jembatan penyeberangan menjadi tidak nyaman?, menurutnya karena jembatannya sepi sehingga digunakan untuk hal-hal yang membuat jembatan menjadi tidak nyaman seperti menjadi tempat membuang air kencing yang menyebabkan bau pesing menyengat, belum lagi bisa terjadi kerawanan kriminalitas.
“Kalau sekarang jalan saja melalui jembatan penyebarangan di Jalan Merdeka Utara, bau pesing sangat menyengat dan tidak nyaman melintasnya. Kalau tidak ada yang membersihkan, artinya tidak ada perawatan terhadap jembatan itu,” jelasnya.
Ditambahkannya, keberadaan jembatan penyeberangan lebih banyak hanya sebagai tempat untuk reklame yang dapat melintang di jalan atau bando. Fungsi sosial sebagai tempat penyeberangan jalan terabaikan. Harusnya, Pemkot Malang juga tanggap terhadap fasilitas publik yang kian terawat itu. Agar masyarakat merasa nyaman melintas di atas jembatan penyeberangan.
“Kesannya hanya untuk tempat reklame bando saja. Harusnya tidak hanya mencari keuntungan saja melalui reklame, tapi fungsi utama jembatan penyebrangan jalan juga diperhatikan,” tandas ketua FPKS DPRD Kota Malang itu.

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Cegah Praktek Culas, PKS Stop Info Perolehan dari C1

Malang, 23 April 2019 – DPD PKS Kota Malang akhirnya memutuskan untuk tidak lagi berbagi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.